Edukasi

Kamis, 17 November 2011

BAHAN AJAR BIOLOGI KELAS 5 SEMESTER 1


KELAS V
Standar Kompetensi : 1. Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan                             hewan
Kompetensi Dasar     : 1.1 Mengidentifikasi fungsi organ pernapasan manusia
Indikator                   : - Mencocokkan setiap organ pada saluran pernapasan   dengan namanya
-          Menjelaskan fungsi organ pada saluran pernapasan
-          Menunjukan setiap nama organ pada saluran pernapasan manusia dan fungsinya
-          Mambuat model organ pernapasan manusia
-          Mendemostrasikan cara kerja organ pernapasan
-          Menyebutkan hasil/sisa pernapasan
-          Menunjukan cara mengetahui bahan-bahan yang dikeluarkan saat bernapas
-          Menuliskan kembali nama, ciri dan penyebab penyakit yang menyerang organ pada saluran pernapasan manusia
-          Menjelaskan cara memelihara organ pada saluran pernapasan manusia
-          Membuat saran cara memelihara kesehatan organ pernapasan
Bahan Ajar                :
Pernapasan pada Manusia
Salah satu ciri makhluk hidup adalah bernapas. Ketika kamu bernapas, kamu menghirup dan mengeluarkan udara. Melalui organ apakah udara tersebut masuk ke dalam tubuhmu? Begitu pula ketika kamu mengeluarkan udara, melalui organ apakah udara tersebut keluar dari tubuhmu? Udara merupakan campuran dari berbagai gas. Di antaranya gas oksigen dan gas karbon dioksida. Bagian udara yang kamu hirup adalah oksigen (O2), sedangkan bagian udara yang kamu keluarkan adalah karbondioksida (CO2) serta menegeluarkan uap air (H2O). Oksigen merupakan zat yang diperlukan oleh tubuh dalam proses pembakaran zat makanan. Pada proses  ini dihasilkan sejumlah energi yang nantinya digunakan untuk melakukan aktivitas kehidupan.

1.                  Alat Pernapasan pada Manusia
Alat-alat pernapasan pada manusia terdiri dari rongga hidung, pangkal  tenggorok, tenggorok (trakea), dan paru-paru. Proses pernapasan pada manusia berawal dari masuknya udara bebas ke dalam hidung. Di dalam hidung, udara mengalami penyaringan sehingga debu atau kotoran yang berasal dari udara tidak dapat masuk. Penyaringan ini dilakukan oleh rambut hidung dan selaput lendir. Selain mengalami proses penyaringan, udara yang masuk ke dalam hidung juga mengalami penyesuaian suhu dan kelembapan.



Gambar 1.1 Alat pernapasan pada manusia

Dari rongga hidung, udara masuk ke tenggorok. Tenggorokan merupakan
sebuah saluran yang panjangnya kira-kira 9 cm. Pada tenggorokan terdapat bulu-bulu halus. Bulu-bulu halus berfungsi menyaring udara dari kotoran yang masih dapat lolos ke tenggorokan.Tenggorok atau trakea memiliki fungsi sebagai tempat lewatnya udara pernapasan. Tenggorok bercabang dua, satu menuju paru-paru kanan dan yang lain menuju paru-paru kiri.
Paru-paru terdapat di dalam rongga dada di atas diafragma. Diafragma adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan. Paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir. Paru-paru dibungkus oleh selaput paru-paru yang disebut pleura. Di dalam paru-paru terdapat cabang-cabang bronkus, dimana bronkus adalah cabang dari tenggorokan, cabang-cabang bronkus disebut bronkiolus. Bronkiolus juga memiliki percabangan yang jumlahnya sangat banyak. Cabang-cabang tersebut sangat halus dan tipis. Tiap-tiap ujung cabang membentuk kantung berdinding tipis yang disebut alveolus. Alveolus merupakan gelembung yang sangat tipis. Gelembung tersebut diselimuti pembuluh kapiler darah. Pada alveolus terjadi pertukaran gas O2 dan CO2. Pada saat udara yang kita hirup sampai di alveolus, oksigen melewati dinding kapiler darah. Oksigen diikat oleh hemoglobin (Hb) darah. Setelah itu, darah akan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Dalam tubuh, oksigen digunakan untuk proses pembentukan energi. Pada proses tersebut dihasilkan energi dan gas karbondioksida (CO2). CO2 tersebut diikat kembali oleh hemoglobin darah. Setelah itu, darah akan membawa CO2 ke paru-paru. CO2 dari paru-paru menuju tenggorokan, kemudian ke lubang hidung untuk dikeluarkan dari dalam tubuh.







Mengamati Alat Pernapasan Manusia!

1. Siapkan alat peraga (torso) atau gambar alat pernapasan pada
manusia!
2. Cocokkan dan tunjukkan nama alat-alat pernapasan!
3. Carilah informasi tambahan kepada bapak atau ibu guru
mengenai nama maupun fungsi alat-alat tersebut!
4. Diskusikan bersama kelompokmu mengenai fungsi tiap-tiap
organ pada saluran pernapasan manusia secara umum!
5. Presentasikan hasil diskusi tersebut!
6. Buatlah laporan kegiatan yang telah kamu lakukan! Kumpulkan
laporan tersebut kepada bapak atau ibu guru!
Catatan: Lakukan kegiatan ini di dalam kelas bersama gurumu!

2.                  Proses Pernapasan pada Manusia
Udara masuk ke paru-paru karena dua hal. Pertama karena kontraksi otot antartulang rusuk, sehingga tulang rusuk terangkat. Kedua karena kontraksi otot sekat rongga dada (diafragma), sehingga diafragma mendatar. Terangkatnya tulang rusuk dan mendatarnya diafragma mengakibatkan rongga dada membesar. Membesarnya rongga dada diikuti mengembangnya paru-paru sehingga udara masuk ke paru-paru. Perhatikan Gambar 1.2 berikut!

Gambar 1.2 Cara pemasukan udara ke dalam paru-paru
Udara keluar dari paru-paru juga karena dua hal. Pertama, karena mengendurnya otot antartulang rusuk, sehingga tulang rusuk turun. Kedua karena mengendurnya otot diafragma sehingga diafragma melengkung. Turunnya tulang rusuk dan melengkungnya diafragma mengakibatkan rongga dada mengecil. Mengecilnya rongga dada diikuti mengempisnya paru-paru, sehingga udara keluar dari paru-paru. Perhatikan Gambar 1.3 berikut!


Gambar 1.3 Cara pengeluaran udara dari paru-paru

Masuk dan keluarnya udara pernapasan yang disebabkan oleh naik dan
turunnya tulang rusuk disebut pernapasan dada. Sedangkan masuk dan keluarnya udara pernapasan karena mendatar dan melengkungnya diafragma disebut pernapasan perut.

3.             Gangguan Pernapasan dan Cara Pemeliharaan Kesehatan Organ Pernapasan
a.      Gangguan Pada Alat Pernapasan Manusia
1)       Pencemaran udara
Udara yang kita hirup pada saat bernapas tidak selamanya bersih. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan udara yang ada disekitar kita menjadi tidak bersih adalah pencemaran udara. Pencemaran udara ini dapat diakibatkan oleh debu, asap, dan bau
tak sedap.

Gambar 1.4 Asap dapat menyebabkan gangguan pernapasan
Debu bentuknya halus dan biasanya berasal dari tanah kering dan serpihan kayu. Pada musim kemarau jumlah debu akan bertambah banyak. Apabila terhirup oleh kita, debu dapat menimbukan gangguan pernapasan, seperti sesak napas. Asap dapat mencemari udara yang ada disekitarnya. Pencemar udara ini biasanya berasal dari asap kendaraan bermotor, asap pabrik, ataupun asap rokok. Udara juga dapat tercemar karena bau tak sedap yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah, limbah industri, ataupun kotoran hewan. Bagaimana caranya agar udara tidak tercemar?

2)      Penyakit dan gangguan yang menyerang alat pernapasan
Alat pernapasan manusia dapat mengalami gangguan yang disebabkan oleh beberapa hal, antara lain, karena perilaku hidup tidak sehat dan lingkungan yang tidak bersih. Perilaku hidup tidak sehat yang mengganggu alat pernapasan contohnya merokok. Sedangkan lingkungan yang tidak bersih dapat menimbulkan gangguan dan penyakit, antara lain, influenza, asma, dan Tuberculosis (TBC)
Beberapa gangguan maupun penyakit pada alat pernapasan sebagai berikut:
a.       Merokok
Rokok banyak mengandung zat kimia berbahaya yang terkandung dalam rokok dan asap rokok. Rokok tidak hanya berbahaya bagi si perokok tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Mereka tidak merokok tetapi menghirup asap rokok. Orang seperti itu disebut perokok pasif. Perokok pasif berisiko sama dengan perokok aktif, misalnya sakit mata, sakit kepala, dan kanker paru-paru. Gangguan paling ringan yang disebabkan oleh asap rokok adalah batuk dan sesak napas. Untuk itu bagi perokok sebaiknya mencari tempat terbuka atau di tempat khusus untuk merokok. Sedangkan bagi yang bukan perokok berusaha tidak berada dalam satu ruang dengan orang yang sedang merokok.
b.      Influenza (flu) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Orang yang terserang flu akan mengalami demam, menggigil, batuk, sakit kepala, bersin-bersin, serta nyeri punggung. Lendir yang keluar dari hidung menutup lubang hidung sehingga udara terhalang masuk dan mengganggu pernapasan.
c.       Sesak napas merupakan gangguan pernapasan karena udara yang tercemar oleh asap. Asap dapat berasal dari pembakaran sampah, kendaraan bermotor, dan rokok. Selain asap, debu juga dapat mengakibatkan sesak napas.
d.      Asma yaitu gangguan pernapasan karena penyempitan saluran pernapasan. Menyempitnya saluran pernapasan dapat terjadi karena beberapa hal berikut.
1) Udara yang tercemar oleh asap dan debu.
2) Udara yang terlalu dingin.
3) Keadaan jiwa penderita, misalnya stres dan tekanan emosi.
e.       Radang paru-paru karena bakteri Tuberkulosis. Radang yang disebabkan oleh bakteri ini biasa disebut TBC paru-paru.  Penderita TBC, paru-parunya terdapat bintil-bintil kecil pada dinding alveolusnya sehingga mengganggu proses penyerapan oksigen. Penyakit ini dapat menular melalui benda-benda yang digunakan bersama, seperti sendok, gelas, dan sikat gigi. Untuk menghindari penularan TBC, sebaiknya penderita menggunakan peralatan makan dan sikat gigi tersendiri
f.       Bronkitis yaitu adanya peradangan pada batang tenggorok (bronkus).
g.       Polip merupakan penyempitan saluran pernapasan akibat terjadinya pembengkakan kelenjar limfe.

b.      Memelihara kesehatan alat pernapasan
Agar alat pernapasan kita dapat bekerja dengan baik pada saat bernapas maka kita perlu menjaga dan memeliharanya dengan baik. Hal ini juga dapat mencegah munculnya penyakit atau gangguan yang menyerang alat pernapasan akibat penyakit ataupun udara yang tercemar. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk memelihara alat pernapasan kita adalah dengan melakukan pola hidup sehat. Berikut ini beberapa contohnya.
1)      Menjaga kebersihan lingkungan
Lingkungan yang ada disekitar kita harus senantiasa bersih, sehingga tidak ada debu yang beterbangan. Selain itu, agar udara di rumah kita tetap bersih maka di rumah harus tersedia lubang udara atau ventilasi yang cukup.
2)      Makan makanan bergizi
Selain kebersihan lingkungan, makan makanan bergizi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan agar alat pernapasan kita terpelihara dengan baik. Hal ini disebabkan karena dengan makan makanan bergizi maka daya tahan tubuh kita akan meningkat.
3)      Olahraga secara teratur
Olahraga secara teratur dapat melancarkan pernapasan, sehingga alat-alat pernapasan pun dapat bekerja dengan baik. Berenang, lari pagi, dan senam merupakan beberapa olahraga yang dapat dilakukan untuk memelihara alat pernapasan pada manusia. Apakah jenis olahraga kesukaanmu?







Gambar 1.5 Olahraga dapat melancarkan fungsi alat pernapasan
4)      Mengadakan penghijauan
Agar udara yang kita hirup pada saat bernapas merupakan udara yang bersih dan segar maka perlu dilakukan penghijauan di sekitar rumah, sekolah, dan tepi jalan. Hal ini dapat mengurangi udara kotor yang diakibatkan oleh asap rokok, asap kendaraan bermotor, dan lain-lain.


Lakukan wawancara kepada petugas kesehatan di daerahmu! Hal-hal yang perlu
ditanyakan di antaranya jenis-jenis penyakit maupun gangguan pada alat pernapasan. Selain
itu, tanyakan pula cara memelihara alat pernapasan! Tuliskan nama penyakit, ciri-ciri, dan
penyebab penyakit yang menyerang alat-alat pernapasan dalam tabel seperti berikut!
No.
Nama Penyakit
Penyebab
Ciri-Ciri
1.
2.
3.
4.
dst.
Asma
.........
.........
.........
Penyempitan saluran pernapasan
...............
...............
...............
Sulit bernapas atau sesal napas
...............
...............
...............

Setelah itu, lakukan diskusi mengenai cara memelihara alat pernapasan manusia!

Kompetensi Dasar  : 1.2 Mengidentifikasi fungsi organ pernapasan hewan misalnya ikan dan cacing tanah
Indikator                 :    -    Mencocokkan organ pernapasan dengan nama hewan
-          Membuat tabel macam-macam hewan dan organ pernapasannya
-          Menyebutkan macam-macam nama organ pernapasan hewan
-          Menjelaskan beda setiap organ pernapasan hewan
Bahan Ajar             :

Alat Pernapasan pada Hewan
Seperti halnya pada manusia, hewan juga memiliki alat pernapasan, ada beberapa jenis alat pernapasan pada hewan yang tentunya berbeda satu dan lainnya. Hewan tertentu memiliki alat pernapasan khusus sesuai tempat hidupnya. Hewan-hewan yang memiliki alat pernapasan khusus yaitu ikan dan cacing tanah.
a. Ikan
Ikan bernapas dengan menggunakan insang. Alat pernapasan ikan ini terdapat di sebalah kanan dan kiri kepalanya serta dilindungi oleh tutup insang. Insang terdiri dari rigi-rigi insang, lengkung insang, dan lembar insang. Kotoran-kotoran yang masuk bersama air akan disaring oleh rigi-rigi insang. Lembar insang berwarna merah dan berbentuk seperti sisir. Warna merahnya ini diakibatkan karena lembar insang banyak mengandung
pembuluh darah.

Gambar 1.6 Alat pernapasan ikan
Ketika ikan bernapas di dalam air, mulutnya terbuka dan air masuk ke dalam rongga mulutnya. Pada saat yang bersamaan selaput tutup insang tertutup sehingga tekanan di dalam mulut ikan menjadi rendah dan air akan masuk. Pada lembar insang terjadi pertukaran oksigen yang terlarut dalam air dan karbondioksida dari dalam tubuh ikan. Oksigen yang terkandung di dalam air akan diikat oleh kapiler darah. Pada saat mulut ikan tertutup, celah tutup insang terbuka lebar dan air yang mengandung karbondioksida akan dipompa keluar.

TUGAS!
Perhatikanlah ibumu apabila akan memasak ikan. Dapatkah kamu temukan
bagian-bagian insang seperti rigi-rigi insang, lengkung insang, dan lembar
insang? Benarkah insang tersebut berwarna merah?

 









b.  Cacing
Cacing yang merupakan hewan yang tidak memiliki alat pernapasan khusus seperti halnya pada hewan lainnya. Cacing bernapas dengan permukaan kulitnya. Udara yang berada di sekitar cacing, yaitu berupa oksigen akan masuk ke dalam tubuh cacing melalui permukaan kulitnya yang lembap. Kulit yang lembap ini selain mempermudah masuknya oksigen ke dalam tubuh, juga memudahkan keluarnya karbon dioksida yang merupakan zat sisa pernapasan.

Gambar 1.7  Alat pernapasan pada cacing tanah
c.  Burung
Burung bernapas dengan paru-paru. Selain paru-paru, pernapasan pada burung juga dibantu oleh pundi-pundi (kantong) udara. Pundi-pundi udara ini merupakan alat bantu pernapasan, terutama pada saat terbang. Pada saat terbang, burung menyimpan udara di dalam pundi-pundi tersebut.
Pada saat burung tidak terbang, pernapasannya dilakukan dengan cara menghirup udara melalui hidung, tenggorok, paru-paru, dan pundi-pundi udara. Pada paru-paru inilah terjadi pengikatan oksigen dan pelepasan karbon dioksida serta uap air. Pada saat terbang, burung bernapas dengan cara mengalirkan udara yang ada di dalam pundi-pundi udara melalui gerakan sayapnya. Gerakan kedua sayapnya inilah yang menyebabkan pundi-pundi udara mengembang dan mengempis sehingga udara dapat masuk ke dalam paru-paru.





Gambar 1.8 Alat pernapasan burung


c.       Serangga
Untuk melakukan proses pernapasan, serangga menggunakan trakea sebagai alat pernapasanyan. Trakea merupakan pembuluh-pembuluh halus yang bercabang-cabang dan tersebar ke seluruh tubuh. Pada ujung pembuluh ini terdapat lubang-lubang pernapasan yang disebut stigma. Stigma terletak di sepanjang kedua sisi tubuh serangga dan berfungsi sebagai jalan keluar dan masuknya udara. Jadi, pada serangga pernapasan dimulai dengan masuknya udara melalui stigma, kemudian udara tersebut dialirkan ke seluruh tubuh oleh trakea.

Gambar 1.9 Alat pernapasan pada serangga

d.      Katak
Alat pernapasan katak adalah paru-paru dan kulit. Namun, ketika masih berbentuk kecebong, katak hidup di dalam air dan bernapas menggunakan insang. Insang tersebut terletak di luar tubuhnya
insang
 

 
a.       Kecebong
 




b. Katak Dewasa
Lubang hidung
Paru-paru
 


 



Gambar 1.10 Alat pernapasan pada katak

Setelah menjadi katak dewasa, alat pernapasannya menggunakan paru-paru dan permukaan kulit.
TUGAS!

Kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihanmu.
Salinlah tabel berikut dalam buku latihanmu. Kemudian, isilah titik-titik dalam tabel tersebut!

Nama Hewan
Alat Pernapasan
Ikan
........
Cacing tanah
........
Burung
........
Serangga
........
Katak
........


Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Hewan yang bernapas dengan paru-paru adalah ....
2. Hewan yang bernapas dengan insang adalah ....
 











Kompetensi Dasar:1.3 Mengidentifikasikan fungsi organ pencernaan                                    manusia dan hubungan dengannya dengan makanan                  kesehatan
Indikator                    : -    Mencocokan setiap organ pada saluran pencernaan                                                   dengan namanya
-          Menjelaskan fungsi organ pada saluran pencernaan   manusia
-          Menunjukkan setiap nama organ pada saluran pencernaan   manusia dan fungsinya
-          Menuliskan kembali (bentuk tabel) nama, cirri, dan penyebab penyakit yang menyerang organ pencernaan manusia
-          Memberi contoh cara merawat kesehatan organ pada saluran pencernaan manusia
Bahan Ajar                :

Organ pencernaan Manusia dan Hubungannya Dengan Makanan dan Kesehatan
           
            Macam-macam percernaan manusia
a.       Pencernaan secara mekanik
Pencernaan secara mekanik terjadi pada rongga mulut yaitu untuk penghancuran makanan oelh gigi agar mudah dicerna oleh lambung.
b.      Pencernaan secara kimiawi
Pencernaan secara kimiawi terjadi pada rongga mulut, usus, dan lambung dengan bantuan enzim-enzim.

            Alat pencernaan manusia terdiri atas ;
1.      Rongga mulut
Di dalam rongga mulut makanan dikunyah dan dibantu oleh enzim amylase.
2.      Kerongkongan
Kerongkongan adalah tempat masuknya makanan yang sudah dikunyah di mulut. Makanan masuk melalui kerongkongan didorong oleh otot-otot kerongkongan menuju lambung, gerakan otot-otot itu disebut gerakan peristaltik.
3.      Lambung
Lambung tempat penghancuran makanan. Dengan enzim pepsin protein dirubah menjadi pepton. Di lambung terdapat asam klorida yang berfungsi untuk membunuh kuman dan bibit penyakit.
4.      Usus Halus
Usus halus merupan tempat pencernaan dan penyerapan nutrisi, usus halus terbagi menjadi tiga bagian yaitu usus 12 jari, usus kososng. Dan usus penyerap.
5.      Usus Penyerap
Usus penyerap terbagi atas usus besar naik dan usus besar turun, makanan mengalami membusukan dengan bakteri E. Coli.

Kompetensi Dasar     : 1.4 Mengidentifikasi organ peredaran darah manusia
Indikator                    : -   Mencocokan setiap organ pada sistem peredaran  darah                                             dengan namanya
-          Menjelaskan fungsi organ pada sistem peredaran darah
-          Menunjukkan nama setiap organ pada sistem peredaran darah manusia dan fungsinya
-          Bermain peran untuk menunjukkan aliran peredaran darah dalam tubuh manusia
-          Menguurtkan aliran peredaran darah manusia
Bahan Ajar                :

Alat Peredaran Darah pada Manusia
            Pada proses pernapasan manusia dihasilkan oksigen, sedangkan pada proses pencernaan makanan dihasilkan sari-sari makanan. Oksigen dan sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh tubuh akan diedarkan ke seluruh tubuh melaui sistem peredaran darah.
1. Alat Peredaran Darah pada Manusia
            Bagian tubuh manusia yang berfungsi mengangkut dan mengedarkan oksigen serta sari-sari makanan ke seluruh tubuh adalah darah. Peredaran darah dalam tubuh kita terjadi melalui alat peredaran darah, yaitu jantung dan pembuluh darah.
a. Jantung
            Jantung merupakan organ tubuh yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Jantung terletak di dalam rongga dada sebelah kiri. Ukuran jantung orang dewasa kira-kira sebesar kepalan tangan. Jantung manusia terdiri atas empat ruang, yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri, dan bilik kanan. Pada jantung, bilik kiri bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan bilik kanan bertugas memompa darah ke paru-paru. Dalam keadaan normal jantung manusia berdenyut sebanyak 70 kali setiap menitnya. Namun demikian, denyut jantung juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan kegiatan seseorang setiap harinya.
 





                                               Bagian-Bagian Jantung
b. Pembuluh darah
            Pembuluh darah merupakan saluran yang berfungsi sebagai tempat mengalirnya darah dari seluruh tubuh menuju jantung atau sebaliknya. Pembuluh darah dibedakan menjadi dua, yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).
            Pembuluh nadi merupakan pembuluh darah yang menyalurkan darah dari jantung. Lain halnya dengan pembuluh balik yang merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah menuju ke jantung.
Tabel Perbedaan Pembuluh Nadi dan Pembuluh Balik
No.
Pembuluh Nadi
Pembuluh Balik
1.
Denyut terasa
Denyut tidak terasa
2.
Umumnya terletak di bagian dalam tubuh
Terletak di depan permukaan tubuh
3.
Dinding tebal, kuat, dan elastis
Dindingnya tipis dan tidak elastis
4.
Tekanan darahnya tinggi
Tekanan darahnya rendah
5.
Darah mengalir cepat
Darah mengalir lambat
6.
Membawa darah yang mengandung banyak oksigen, kecuali arteri pulmonalis
Membawa darah yang mengandung banyak karbon dioksida, kecuali vena pulmonalis

c. Paru-paru
            Paru-paru merupakan organ yang ikut berperan dalam sistem peredaran darah manusia. Darah dari jantung yang sudah tidak mengandung oksigen diangkut menuju paru-paru. Darah ini banyak mengandung karbon dioksida. Di dalam paru-paru, darah melepaskan karbon dioksida dan mengikat oksigen. Darah yang telah mengandung oksigen kemudian kembali mengalir ke jantung.

2. Peredaran Darah Manusia
            Peredaran darah pada tubuh manusia selalu berada di dalam darah sehingga disebut peredaran darah tertutup. Darah yang banyak mengandung sari-sari makanan beredar dan tersebar ke seluruh tubuh. Selain mengandung sari-sari makanan, darah juga mengandung oksigen yang dialirkan dari paru-paru menuju ke jantung. Dari jantung darah yang kaya akan oksigen ini akan dipompakan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.
3. Macam Peredaran Darah
            Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan dari dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali sehingga disebut sebagai peredaran darah ganda  yang terdiri dari :
1. Peredaran darah panjang/besar/sistemik
            Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikel) kiri jantung lalu diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbondioksida di jaringan tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida dibawa melalui vena menuju serambi kanan (atrium) jantung.
2. Peredaran darah pendek/kecil/pulmonal
            Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan kembali ke jantung. Darah yang kaya karbondioksida dari bilik kanan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolus paru-paru darah tersebut bertukar dengan darah yang kaya akan oksigen yang selanjutnya akan dialirkan ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis.
            Proses peredaran darah dipengaruhi juga oleh kecepatan darah, luas penampang pembuluh darah, tekanan darah dan kerja otot yang terdapat pada jantung dan pembuluh darah.
            Pada kapiler terdapat spingter prakapiler mengatur aliran darah ke kapiler :
a.  Bila spingter prakapiler berelaksasi maka kapiler-kapiler yang bercabang dari pembuluh darah utama membuka dan darah mengalir ke kapiler.
b.  Bila spingter prakapiler berkontraksi, kapiler akan tertutup dan aliran darah yang melalui kapiler tersebut akan berkurang.
            Pada vena bila otot berkontraksi maka vena akan terperas dan kelepak yang terdapat pada jaringan akan bertindak sebagai katup satu arah yang menjaga agar darah mengalir hanya menuju ke jantung.

Kompetensi Dasar      : 1.5 Mengidentifikasi gangguan pada organ peredaran                                                     darah manusia
Indikator                    : -   Menuliskan kembali nama, ciri, dan penyebab penyakit                                  yang menyerang organ pada sistem peredaran darah                                                         manusia
-          Menyebutkan pola hidup tidak sehat yang dapat mengganggu organ pada sistem peredaran darah manusia
-          Menjelaskan cara menjaga kesehhatan organ peredaran darah manusia
-          Memberi saran cara merawat kesehatan organ pada sistem peredaran darah

Penyakit yang Menyerang Organ Peredaran Darah Manusia

1.      Gangguan Alat Peredaran Darah
            Seperti halnya alat pernapasan dan alat pencernaan, alat peredaran darah pada manusia juga dapat mengalami gangguan atau penyakit. Beberapa gangguan atau penyakit yang menyerang alat peredaran darah di antaranya adalah sebagai berikut :
a.    Sklerosis
            Sklerosis yaitu pengerasan pembuluh nadi (arteri) yang disebabkan oleh terbentuknya kerak keras di bagian dalam dinding pembuluh nadi. Bila kerak tersebut dari senyawa lemak disebut ateroskerosis, sedangkan bila terbentuk dari senyawa kalsium disebut arterisoklerosis. Akibat adanya kerak pada dinding pembuluh darah, bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan akibat selanjutnya terjadi hipertensi (tekanan darah tinggi).
b.    Hipertensi
            Hipertensi ditunjukkan dengan tingginya tekanan darah. Beberapa gejala penyakit ini di antaranya adalah jantung berdebar-debar, sesak napas saat kerja berlebihan, dan badan terasa lemah serta kepala menjadi pusing. . Hipertensi merupakan tekanan darah tinggi akibat arteriosklerosis
c. Pelebaran pembuluh darah, dapat dibedakan menjadi ambeien (wasir) dan varises.
            Ambeien terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah balik di sekitar anus. Sementara itu, varises merupakan pelebaran pembuluh balik (vena) yang umumnya terjadi di bagian betis. Di bagian betis tersebut tampak tonjolan berbelok-belok berwarna biru yang disebut varises. Varises terjadi karena terlalu lama berdiri atau kerja yang banyak menggunakan kaki. Dan juga karena adanya pelebaran pembuluh darah balik di bagian kaki.
d. Jantung Koroner
            Terjadi karena adanya penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh arteri koroner sehingga menyumbatnya.
e. Stroke
            Disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak sehingga saraf-saraf yang ada di otak tidak memperoleh cukup oksigen. Keadaan ini menyebabkan kerja saraf terganggu.
g. Ambolus
            Yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak.
h. Trombus
            Yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak bergerak .
i.      Hemofili
            Yaitu kelainan darah yang menyebabkan darah sukar membeku (diturunkan secara hereditas).

j. Leukemia (kanker darah )
            Yaitu peningkatan jumlah eritrosit secara tidak terkendali.
k. Erithroblastosis Fetalis
            Yaitu rusaknya eritrosit bayi/janin akibat aglutinasi dari antibodi yang berasal dari ibu.
l. Thalasemia
            Yaitu anemia yang diakibatkan oleh rusaknya gen pembentuk hemoglobin yang bersifat menurun.

2. Memelihara Alat Peredaran Darah
            Agar alat peredaran kita dapat bekerja dengan baik pada saat mengedarkan oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh tubuh maka kita perlu menjaga dan memeliharanya dengan baik. Hal ini juga dapat mencegah munculnya penyakit atau gangguan yang menyerang alat peredaran darah tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memelihara alat peredaran darah kita adalah dengan melakukan pola hidup yang sehat. Beberapa upaya lainnya yang dapat dilakukan di antaranya adalah sebagai berikut :
a. Olahraga secara teratur
            Olahraga dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita terhadap berbagai penyakit. Selain itu, olahraga juga dapat membuat jantung yang merupakan alat peredaran darah dapat berfungsi dengan baik.

b. Menghindari makanan berlemak
            Agar alat peredaran darah dalam tubuh kita ini bekerja dengan baik maka kita sebaiknya menghindari makanan yang mengandung banyak lemak. Kelebihan lemak di dalam darah dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah. Akibat penyempitan pembuluh darah akan timbul penyakit jantung dan pendarahan otak.
c. Tidak merokok dan minum minuman beralkohol
            Merokok merupakan kebiasaan yang harus ditinggalkan karena sangat merugikan bagi kesehatan. Zat-zat yang terkandung di dalam rokok dapat menyebabkan penyakit jantung. Selain merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol juga dapat mempengaruhi alat peredaran darah. Jumlah alkohol yang terlalu banyak di dalam darah dapat mengakibatkan tubuh menjadi lemah dan mudah terserang penyakit.

Standar Kompetensi : Memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan
Kompetensi Dasar     :  2.1 Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat                                                        makanan
2.2 Mendeskripsikan ketergantungan manusia dan hewan pada tumbuhan   hijau sebagai sumber makanan
Indikator                    : 1. Menuliskan kembali cara tumbuhan hijau membuat                                                    makanannya sendiri
2. Menunjukan bukti bahwa tumbuhan hijau memerlukan cahaya untuk membuat makanan sendiri
3. Mendemonstrasikan cara bagian tumbuhan yang     dijadikan tempat penyimpanan cadangan makanan.
4. Menyebutkan tempat tumbuhan menyimpan cadanagn makanan
5. Menjelaskan bagian tumbuhan yang di makan oleh manusia dan hewan
6. Meramalkan yang terjadi bila di dunia ini tidak terdapat tumbuhan.
Bahan Ajar                :

Pembuatan Makanan Pada Tumbuhan Hijau
A.    Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau
Tumbuhan hijau merupakan satu-satunya makhluk hidup di dunia yang dapat membuat makanannya sendiri. Oleh karena itu, tumbuhan hijau merupakan sumber makanan bagi makhluk hidup yang lainnya yaitu manusia dan hewan.
 Tumbuhan hijau adalah tumbuhan yang mempunyai klorofil. Klorofil merupakan sel berisi air dan lendir hidup yang berwarna hijau. Klorofil berasal dari dua kata yaitu kloro yang berarti hijau dan fill yang berarti daun. Jadi, klorofil berarti zat hijau daun. Klorofil terdapat pada kloroplas di dalam sel-sel daun. Tumbuhan membuat makanannya di dalam kloroplas.
Klorofil berfungsi untuk menyerap tenaga matahari yang kemudian akan digunakan untuk proses pembuatan makanan (proses fotosintesis). Jadi, tumbuhan hiaju dapat membuat makanannya sendiri karena mempunyai klorofil.
Tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil tidak mampu membuat makanannya sendiri. Kebutuhan pangan tumbuhan yang tidak berklorofil dipenuhi dari tumbuhan lain atau binatang. Tumbuhan yang mengambil makanan dari tumbuhan lain atau binatang hidup disebut parasit, sedangkan tumbuhan yang mengambil makanan dari mahluk hidup lain yang sudah mati disebut saprofit.
Cara tumbuhan membuat makanannya sendiri disebut fotosintesis. Istilah fotosintesis berasal dari bahasa Yunani, yang artinya pembentukan makanan menggunakan cahaya (foto=cahaya, sintesis=pembentukan). Cahaya dapat berasal dari matahari maupun lampu. Cahaya diserap oleh tumbuhan melalui klorofil.
Bahan-bahan yang digunakan tumbuhan untuk membuat makanannya adalah zat hijau daun (klorofil), air, karbon dioksida, dan cahaya matahari ataupun lampu. Air diperoleh tumbuhan dari dalam tanah. Air dari tanah diserap oleh akar. Air disalurkan ke daun melalui pembuluh angkut (xylem). Karbon dioksida diperoleh dari udara yang masuk melalui mulut daun (stomata). Cahaya diserap oleh klorofil.
Air yang sampai pada daun (di bagian kloroplas) digunakan bersama karbon dioksida untuk proses fotosintesis. Melalui proses fotosintesis, tumbuhan mengubah air dan karbon dioksida menjadi karbohidrat dan oksigen dengan bantuan sinar matahari atau cahaya yang cukup. Jadi, proses fotosintesis dapat terjadi pada siang atau malam hari selama ada cahaya yang cukup.
Secara singkat, proses fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut.

Cahaya yang cukup 
Air      +    Karbon dioksida                                         Karbohidrat    +   Oksigen
(H2O)               (CO2)                      klorofil                 (C6H12O6)               (O2)

Sinar matahari memiliki peran yang sangat penting dalam fotosintesis. Proses fotosintesis menghasilkan karbohidrat (zat makanan) yang digunakan untuk tumbuh, berbunga dan berbuah. Zat makanan diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan. Zat makanan tersebut sebagian besar untuk pertumbuhan tanaman. Sisanya disimpan dalam akar, batang, atau daun sbagai cadangan makanan. Cadangan makanan tersebut dapat dimanfaatkan manusia dan hewan.

B.     Tempat Penyimpanan Cadangan Makanan pada Tumbuhan
Hasil fotosintesis yang berupa oksigen dapat di gunakan untuk kebutuhan pernapasan manusia dan hewan. Hasil fotosintesis yang berupa karbohidrat sebagian digunakan oleh tumbuhan untuk keperluan pertumbuhan dan perkembangbiakannya. Sisa karbohidrat disimpan pada akar, batang, buah sebagai cadangan makanan. Berdasarkan tempat penimbunan cadangan makanannya, tumbuhan dikelompokan menjadi empat kelompok yaitu,
1.      Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan di dalam umbi
Contoh tumbuhan yang menyimpan cadangan makanannya di umbi diantaranya: singkong, kentang, ubi jalar dll.
2.      Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan di dalam buah
Contoh tumbuhan yang menyimpan cadangan makanannya di buah diantaranya: mangga, pepaya, apel, jeruk, dll.
3.      Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan di dalam biji
Contoh tumbuhan yang menyimpan cadangan makanannya di biji diantaranya: kacang hijau, kacang tanah, kacang kedelai, dll.
4.      Tumbuhan yang menyimpan timbunan makanan di dalam batang
Contoh tumbuhan yag menyimpan cadangan makanannya di batang diantaranya: batang tebu, sagu.





C.    Tumbuhan Hijau Sebagai Sumber Makanan Manusia dan Hewan

1.  Tumbuhan Hijau sebagai Makanan bagi Manusia
Tiap hari orang di seluruh dunia memakan jenis makanan yang berbeda-beda yang berasal dari tumbuhan. Bagian tumbuhan yang dimakan biasanya merupakan tempat tumbuhan menyimpan cadangan makanan.
a.  Tumbuhan yang dimanfaatkan daun, batang, atau buahnya untuk sayuran, misalnya bayam, kangkung, kubis, tomat, cabai, bawang daun, daun papaya, daun singkong, dan sawi.
b.  Tumbuhan yang dimanfaatkan untuk diambil bijinya misalnya kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, kacang tanah, dan jambu mete (bijinya jadi kacang mete).
c.  Tumbuhan yang dimanfaatkan untuk diambil buahnya misalnya apel, ceremai, manggis, mangga, rambutan, avokad, duku, dan durian.
d. Tumbuhan yang dimanfaatkan untuk diambil umbinya misalnya talas, bengkuang, kentang, dan wortel. Umbi dibedakan menjadi dua yaitu umbi batang dan umbi akar. Umbi batang mempunyai mata tunas, sehingga jika umbi ini ditanam akan bertunas. Umbi akar tidak mempunyai mata tunas, sehingga jika umbi akar ditanam maka tidak akan tumbuh tunas.
e.  Tumbuhan yang dimanfaatkan untuk bumbu dapur berupa rempah-rempah misalnya lada, bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe, kunyit, lengkuas, daun salam, pala, kayu manis, dam seledri.
2.  Tumbuhan Hijau sebagai Makanan bagi Hewan
Berbagai jenis hewan memakan tumbuhan hijau. Hanya bagian tertentu dari tumbuhan hijau yang dimanfaatkan oleh hewan untuk makanannya. Kelinci hanya memakan wortel yang berupa umbi. Monyet memakan pisang yang berupa buah. Jerapah hanya memakan pucuk-pucuk daun, bukan batang pohonnya.

D.    Peranan Penting Tumbuhan Hijau Bagi Manusia dan Hewan
Tumbuhan hijau merupakan sumber makanan bagi manusia dan hewan. Manusia dan hewan sangat bergantung terhadap tumbuhan hijau. Apabila tidak ada tumbuhan hijau maka tidak tersedia sumber bahan makanan yang di gunakan manusia dan hewan untuk tumbuh dan berkembangbiak. Selain itu tidak ada tumbuhan hijau mengakibatkan tidak adanya oksigen yang digunakan manusia dan hewan untuk bernafas. Sedangakan kebutuhan pokok bagi kelangsungan hidup manusia dan hewan adalah oksigen untuk bernafas.
Oleh karena itu kita harus  menjaga dan melestarikan tumbuhan hijau agar sumber makanan bagi manusia dan hewan beserta oksigen untuk bernafas bisa tersedia di alam, salah satu menjaganya yaitu dengan tidak merusaknya.  Bisa di bayangkan apabila di alam terjadi keterbatasan sumber makanan dan oksigen manusia dan hewan lambat laun akan punah. Oleh karena itu manusia dan hewan sangat bergantung pada tumbuhan hijau.

Standar Kompetensi :3. Mengidentifikasi cara makhluk hidup                                                                         menyesuaikan diri dengan lingkungan
Kompetensi Dasar     :3.1 Mengidentifikasi penyesuaian diri hewan                                                                  dengan lingkungan tertentu untuk                                                                           mempertahankan hidup
Indikator                    : - Menyebutkan ciri khusus pada hewan sebagai                                                            bentuk penyesuaian diri dengan lingkungan                                                        tertentu untuk mempertahankan hidupnya.
-   Menjelaskan fungsi ciri khusus pada hewan sebagai bentuk penyesuaian terhadap lingkungannya.
Bahan ajar                 :

Cara Penyesuaian Diri Hewan dengan Lingkungan

1.    Penyesuaian Bentuk Tubuh terhadap Lingkungan
                 Banyak makhluk hidup yang menyesuaikan diri terhadap lingkungan dengan cara menyesuaikan bentuk tubuhnya terhadap lingkungan atau menyesuaikan dengan fungsinya. Penyesuaian bentuk tubuh ini bertujuan untuk memperoleh makanan maupun untuk melindungi diri dari musuhnya. Berikut ini contoh beberapa hewan yang menyesuaikan bentuk tubuhnya terhadap lingkungannya.
a. Burung
                 Burung memiliki bentuk kaki yang berbeda-beda disesuaikan dengan tempat hidupnya dan jenis mangsa yang dimakannya. Berdasarkan lingkungan dan jenis makanan yang dimakannya, bentuk kaki burung dikelompokkan menjadi lima yaitu burung pejalan kaki, burung perenang, burung pemangsa, burung pemanjat, dan burung petengger.
                 Bentuk paruh burung juga beraneka ragam. Keanekaragaman bentuk paruh burung sesuai dengan jenis makanannya.
1).Burung pipit mempunyai paruh pendek dan kuat. Bentuk paruh ini sesuai untuk memakan jenis bijibijian. Paruh ini berfungsi menghancurkan biji tersebut. 2) Burung elang mempunyai paruh kuat, tajam, dan melengkung bagian ujungnya. Paruh seperti ini sesuai untuk mencabik mangsanya. 3) Bebek mempunyai paruh yang berbentuk seperti sudu. Bentuk paruh seperti ini sesuai untuk mencari makanan di tempat becek, berlumpur, atau di air. 4) Burung pelatuk mempunyai paruh yang panjang, kuat, dan runcing. Paruh burung pelatuk untuk mencari serangga yang bersembunyi di kulit pohon, dalam lubang pohon, atau pada batang pohon yang lapuk. 5) Burung kolibri mempunyai paruh berbentuk panjang dan runcing. Bentuk paruh seperti itu memudahkan burung kolibri mengisap nektar. 6) Burung pelikan mempunyai paruh berkantong. Paruh demikian memudahkannya untuk menangkap ikan dalam air.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa ada kesesuaian antara bentuk paruh burung dan jenis makanannya. Selain bentuk paruh, kaki pada berbagai burung juga mempunyai bentuk bermacam-macam. Berbagai bentuk kaki burung merupakan salah satu bentuk penyesuaian terhadap cara memperoleh makanan
.
b. Serangga
            Untuk memperoleh makanannya, serangga memiliki cara tersendiri. Salah satu bentuk penyesuaian dirinya adalah bentuk mulut yang berbeda-beda sesuai dengan jenis makanannya. Bedasarkan jenis makanan yang dimakannya, jenis mulut serangga dibedakan menjadi empat, yaitu mulut pengisap, mulut penusuk, mulut penjilat, dan mulut penyerap.
1) Mulut pengisap
            Mulut pengisap pada serangga bentuknya seperti belalai yang dapat digulung dan dijulurkan. Contoh serangga yang memiliki mulut pengisap adalah kupu-kupu. Kupu-kupu menggunakan mulut pengisap untuk mengisap madu dari bunga.
2) Mulut penusuk dan penghisap
            Mulut penusuk dan penghisap pada serangga memiliki ciri bentuk yang tajam dan panjang. Contoh serangga yang memiliki mulut penusuk dan penghisap adalah nyamuk. Nyamuk menggunakan mulutnya untuk menusuk kulit manusia kemudian menghisap darah. Jadi, selain mulutnya berfungsi sebagai penusuk juga berfungsi sebagai pengisap.
3) Mulut penjilat
            Mulut penjilat pada serangga memiliki ciri terdapatnya lidah yang panjang dan berguna untuk menjilat makanan berupa nektar dari bunga, contoh serangga yang memiliki mulut penjilat adalah lebah.
4) Mulut penyerap
            Mulut penyerap pada serangga memiliki ciri terdapatnya alat penyerap yang mirip spons (gabus). Alat ini digunakan untuk menyerap makanan terutama yang berbentuk cair. Contoh serangga yang memiliki mulut penyerap adalah lalat.
c. Unta           
                 Unta hidup di daerah padang pasir yang kering dan gersang. Oleh karena itu bentuk tubuhnya disesuaikan dengan keadaan lingkungan padang pasir. Bentuk penyesuaian diri unta adalah adanya tempat penyimpanan air di dalam tubuhnya dan memiliki punuk sebagai penyimpan lemak. Hal inilah yang menyebabkan unta dapat bertahan hidup tanpa minum air dalam waktu yang lama.


2. Penyesuaian Hewan untuk Melindungi Diri dari Musuh
            Setiap jenis hewan selalu berusaha melindungi diri dari serangan musuhnya. Hampir semua jenis hewan memiliki bagian tubuh untuk melindungi diri. Selain itu, ada sebagian hewan melindungi diri dengan tingkah laku. Sekarang, simak cara hewan melindungi diri dari serangan musuhnya.
a. Cecak dan Kadal
                 Cecak dan kadal memutuskan ekornya jika diserang oleh musuh. Tindakan hewan memutus bagian tubuhnya disebut autotomi. Hal ini dilakukan untuk mengelabui musuhnya. Bagian ekor yang putus dapat bergerak-gerak sehingga mengalihkan perhatian musuhnya. Saat itulah kadal atau cecak melarikan diri. Ekor yang telah putus pada hewan-hewan itu dapat tumbuh kembali.
b. Bunglon
            Bunglon dapat mengubah warna kulit sesuai dengan lingkungannya. Misalnya di daun yang berwarna hijau, bunglon berwarna hijau. Ketika berada di batang pohon berwarna cokelat, bunglon akan berubah menjadi cokelat. Tindakan hewan mengubah warna kulitnya saat melindungi diri dinamakan mimikri.
c. Kalajengking, Lebah, dan Kelabang
                 Hewan-hewan ini menggunakan sengatnya untuk melindungi diri. Sengat tersebut dapat mengeluarkan zat beracun yang dapat melukai musuh atau pemangsanya.
d. Cumi-Cumi, Sotong, dan Gurita
                 Cumi-cumi, sotong, dan gurita hidup di laut. Ketika diserang musuh, hewan-hewan ini mengeluarkan cairan hitam seperti tinta. Akibatnya air menjadi keruh. Saat itulah hewan-hewan ini segera melarikan diri.
e. Landak
                 Landak mempunyai kulit berduri dan kaku. Saat menghadapi bahaya, landak mengembangkan durinya. Selain itu, landak juga berusaha membelakangi musuh. Dengan demikian, apabila musuhnya menyerang, tubuh musuh akan tertusuk duri. Walaupun duri landak ini tidak beracun, tetapi dapat membuat lawannya terluka.

f. Trenggiling dan Luing
                 Trenggiling dan luing akan menggulung tubuhnya jika mendapat gangguan dari luar. Trenggiling mempunyai kulit berupa sisik yang keras. Saat menggulung, bagian perutnya yang lunak akan terlindungi suatu perisai yang sangat keras.
g. Belalang Daun
                 Belalang daun biasanya hinggap di dedaunan untuk mencari makanan. Tubuh belalang daun berwarna hijau mirip warna daun sehingga tersamarkan. Hal ini menyulitkan musuhnya untuk mengetahui keberadaan belalang tersebut.
h. Walang Sangit
     Walang sangit merupakan hewan dalam kelompok serangga. Walang sangit
hinggap di dedaunan untuk mencari makanan. Walang sangit dapat mengeluarkan
bau yang sangat menyengat. Bau ini untuk mengusir musuhnya.
i. Kecoak, Musang, Kumbang, dan Ular Tidak Berbisa
            Hewan-hewan tersebut akan berpura-pura mati jika diserang oleh musuh. Hal ini dilakukan untuk mengelabui musuhnya. Jika musuhnya sudah pergi, hewan tersebut segera melarikan diri. Di depan telah dijelaskan bahwa hewan mempunyai alat tubuh yang berfungsi untuk melindungi diri. Selain itu, hewan juga menunjukkan tingkah laku tertentu untuk menghindari musuhnya.

Kompetensi Dasar     :3.2 Mengidentifikasi penyesuaian diri tumbuhan dengan                                                 lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidup
Indikator                    :- Menyebutkan ciri khusus pada tumbuhan sebagai bentuk                                           penyesuaian diri dengan lingkungan tertentu untuk                                                   mempertahankan hidupnya.
-   Menjelaskan fungsi ciri khusus pada tumbuhan sebagai bentuk penyesuaian terhadap lingkungannya.
Bahan ajar                 :



A.  Cara Tumbuhan Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya
1.    Penyesuaian Tumbuhan untuk Melindungi Diri dari Musuhnya
a.Bambu
            Pernahkah kamu menyentuh bambu? Saat menyentuhnya, tanganmu akan terasa gatal. Hal ini karena bambu mempunyai rambut-rambut halus. Rambut-rambut halus tersebut dapat menyebabkan gatal-gatal di kulit.
     b.Salak, Bunga Mawar, dan Putri Malu
            Tanaman salak, bunga mawar, dan putri malu mempunyai duri. Duri ini untuk melindungi diri dari musuhnya. Duri tersebut dapat melukai hewan yang mencoba mengganggunya.
     c. Pohon Nangka, Pohon Karet, dan Bunga Kamboja
            Jenis-jenis tumbuhan tersebut mampu mengeluarkan getah. Getah dapatmenempel ke tubuh hewan yang mengganggunya. Getah yang menempel menyebabkan hewan sulit bergerak. Dengan demikian, tumbuhan tersebut terhindar dari gangguan hewan.
     d. Buah Durian    
            Kulit buah durian m€emiliki duri yang sangat tajam. Duri ini sebagai alat pertahanan diri dari musuhnya. Adanya kulit berduri ini membuat biji yang berada di dalam buah terlindung. Biji pada buah durian dapat digunakan sebagai alat perkembangbiakan.
     e. Buah Belimbing
            Buah belimbing saat masih muda terasa pahit dan sepat. Oleh karena itu, tidak ada hewan yang memakan buahnya. Dengan demikian, biji di dalam buah belimbing terlindungi. Biji ini digunakan sebagai alat perkembangbiakan.
     f. Oleander, hemlok, dan semak creosote
            Tumbuhan-tumbuhan ini mengandung banyak racun sianida dalam daunnya untuk mengusir hewan dan serangga.
2.    Ciri Khusus Tumbuhan Berdasarkan Tempat Hidupnya
       Tumbuhan menyesuaikan diri untuk mempertahankan hidupnya. Tumbuhan ada yang hidup di air ataupun di tempat kering. Bagaimana cara tumbuhan tersebut menyesuaikan diri?
a.    Tumbuhan Air
            Teratai, eceng gondok, dan kangkung adalah jenis tumbuhan yang hidup di air. Tumbuh-tumbuhan tersebut menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan cara berbeda-beda. Teratai akarnya berada di dasar perairan dan batangnya berada di dalam air. Sementara itu, daunnya menyembul di permukaan. Daun tumbuhan teratai lebar dan tipis. Bentuk daunnya yang seperti ini dapat memudahkan terjadinya penguapan. Tumbuhan eceng gondok akarnya tidak menancap di dasar perairan. Akar tumbuhan ini sangat lebat dan berguna untuk menjaga keseimbangan agar tidak terbalik. Tumbuhan eceng gondok dapat mengapung di air karena diseluruh batangnya terdapat rongga udara.
b.   Tumbuhan di Daerah Kering
            Tumbuhan yang hidup di daerah kering harus berhemat dalam menggunakan air. Ada berbagai cara menghemat air salah satunya dengan mengurangi penguapan. Dengan demikian, air yang keluar dari tumbuhan melalui daun bisa berkurang. Beberapa tumbuhan mempunyai cara tersendiri dalam mengurangi penguapan. Ada yang menggugurkan daunnya pada musim kemarau. Misalnya pohon jati dan pohon mahoni. Sementara itu, kaktus menyesuaikan diri dengan lingkungannya melalui dua cara. Pertama, mengubah bentuk daunnya menjadi duri. Kedua, batangnya berdaging dan berkulit tebal. Batang yang seperti ini untuk menyimpan air. Dengan demikian, kaktus dapat mengurangi penguapan dan tidak kekeringan. Pada saat musim hujan, kaktus menyerap air sebanyakbanyaknya. Air tersebut disimpan di dalam batang.
c.    Tumbuhan yang hidup di Antartika
            Antartika merupakan daerah yang 95% nya tertutup lapisan es. Suhunya sangat dingin karena sinar matahari sangat lemah. Tumbuhan yang hidup di Antartika dapat bertahan hidup dengan membeku selama berbulan-bulan. Pada saat musim panas, saat daerah Antartika terkena cahaya matahari selama 24 jam, tumbuhan Antartika berfotosintesis hampir sepanjang hari. Hasil fotosintesis dikumpulkan untuk persediaan energi di musim dingin. Kemudia, sewaktu jumlah cahaya dan suhu mulai menurun, tumbuhan jatuh tertidur.

d.   Tumbuhan yang hidup di air asin
            Akar bakau menyaring sebagia besar garam dari air yang diserap. Kelebihan garam lainnya ke daun dan dikeluarkan ke permukaan. Akar bakau tertambat di lumpur yang miskin oksigen. Karena itu bakau memiliki akar khusus yang menyembul ke permukaan air atau akar tersebut dapat tersibak di udara pada waktu air surut. Akar ini dapat menyerap udara da menyalurkannya ke bagian akar yang ada di dalam lumpur. Akar khusus ini dinamakan akar napas atau pneumatofora.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar